suatu malam dimimpiku
kubertemu malaikat penyejuk
yang sejukkan hatiku
dan buatku membuka mata batinku
ia bagaikan pelita dalam malam
pohon rindang dalam siang terik
ia pun mekarkan bunga yang kuncup
dengan titik hujan dan tetes embun
kepergiannya telah luluh lantahkan perasaan ini
dan buatku terdiam dan menangis
namun dengan berulurnya waktu
adalah keharusanku untuk bangkit lagi
dan kini kubangkit dari keterpurukan
untuk menyongsong hidup yang baru
meski tanpa dirinya
kuyakin hidupku akan tetap indah