Minggu, 14 Juni 2009

The Poetries

Makna Kehidupan
 ku pejamkan mataku
memahami arti hidup ini
lalu ku melangkah pelan
menyusuri lorong2 waktu

waktu berjalan bagai langkahku
yang pelan tapi pasti
yang tak pernah bimbang dan slalu percaya
waktu kan bawaku untuk lebih baik lagi

seandainya aku terhenti
itu hanya untuk beristirahat sementara
lalu, aku akan berjalam lagi

cita2ku terselip diantara angan-angan
kegemaranku bagai jalan setapak
yang lurus menuju masa depan
untuk ku gapai di kemudian hari

 
KEGALAUANKU

kegalauan hatiku
senantiasa kutuliskan diseuntai kertas
kulukiskan gejolak hati ini
dengan tinta dari air mataku

kutertatih- merintih menunggumu
senantiasa ingin didekatmu
namun engkau layaknya bintang
tak dapat kugapai dengan apapun

aku menangis menyesal
karena semuanya telah buatku begini
aku tak bisa menangis didepanmu
aku hanya tersenyum menantu sapamu

aku terdiam dalam tangis
tiada curahan hatiku disini
termenung memikirkanmu
yang tak pernah sadar

ku menangis karenamu
tak bisa merintih karenamu
kau buatku menderita
dan tak punya siapa-siapa

 
TERIMA KASIHKU

sepatah kata yang kau ucap
dengan pucat bibirmu yang telah mengelupas
kau lupakan dirimu demi aku
rebahkan senyum agar ku bahagia
walaupun hatimu menangis

sayup matamu
memandangku dengan begitu tersipu
kagum kau dapat besarkanku hingga seperti ini
meskipun kau belum pias atas diriku

kau peluk aku dengan hangat
dan berdoa agar ku bisa lebih baik gari sekarang
aku tak tau cara berterima kasih padamu
membalas jasamu, mewujudkan keinginanmu
dan mebuatmu bahagia

kasih sayangmu tak dapat diganti oleh apapun
meski dengan emas bahkan permata
hanya sebuah puisi indah yang dapat ku berikan untukmu

dan kubersyukur bisa mempunyai ibu sepertimu
walau dengan apapun kekuranganmu