Makna Kehidupan
ku pejamkan mataku
memahami arti hidup ini
lalu ku melangkah pelan
menyusuri lorong2 waktu
waktu berjalan bagai langkahku
yang pelan tapi pasti
yang tak pernah bimbang dan slalu percaya
waktu kan bawaku untuk lebih baik lagi
seandainya aku terhenti
itu hanya untuk beristirahat sementara
lalu, aku akan berjalam lagi
cita2ku terselip diantara angan-angan
kegemaranku bagai jalan setapak
yang lurus menuju masa depan
untuk ku gapai di kemudian hari
ku pejamkan mataku
memahami arti hidup ini
lalu ku melangkah pelan
menyusuri lorong2 waktu
waktu berjalan bagai langkahku
yang pelan tapi pasti
yang tak pernah bimbang dan slalu percaya
waktu kan bawaku untuk lebih baik lagi
seandainya aku terhenti
itu hanya untuk beristirahat sementara
lalu, aku akan berjalam lagi
cita2ku terselip diantara angan-angan
kegemaranku bagai jalan setapak
yang lurus menuju masa depan
untuk ku gapai di kemudian hari
KEGALAUANKU
kegalauan hatiku
senantiasa kutuliskan diseuntai kertas
kulukiskan gejolak hati ini
dengan tinta dari air mataku
kutertatih- merintih menunggumu
senantiasa ingin didekatmu
namun engkau layaknya bintang
tak dapat kugapai dengan apapun
aku menangis menyesal
karena semuanya telah buatku begini
aku tak bisa menangis didepanmu
aku hanya tersenyum menantu sapamu
aku terdiam dalam tangis
tiada curahan hatiku disini
termenung memikirkanmu
yang tak pernah sadar
ku menangis karenamu
tak bisa merintih karenamu
kau buatku menderita
dan tak punya siapa-siapa
kegalauan hatiku
senantiasa kutuliskan diseuntai kertas
kulukiskan gejolak hati ini
dengan tinta dari air mataku
kutertatih- merintih menunggumu
senantiasa ingin didekatmu
namun engkau layaknya bintang
tak dapat kugapai dengan apapun
aku menangis menyesal
karena semuanya telah buatku begini
aku tak bisa menangis didepanmu
aku hanya tersenyum menantu sapamu
aku terdiam dalam tangis
tiada curahan hatiku disini
termenung memikirkanmu
yang tak pernah sadar
ku menangis karenamu
tak bisa merintih karenamu
kau buatku menderita
dan tak punya siapa-siapa
TERIMA KASIHKU
sepatah kata yang kau ucap
dengan pucat bibirmu yang telah mengelupas
kau lupakan dirimu demi aku
rebahkan senyum agar ku bahagia
walaupun hatimu menangis
sayup matamu
memandangku dengan begitu tersipu
kagum kau dapat besarkanku hingga seperti ini
meskipun kau belum pias atas diriku
kau peluk aku dengan hangat
dan berdoa agar ku bisa lebih baik gari sekarang
aku tak tau cara berterima kasih padamu
membalas jasamu, mewujudkan keinginanmu
dan mebuatmu bahagia
kasih sayangmu tak dapat diganti oleh apapun
meski dengan emas bahkan permata
hanya sebuah puisi indah yang dapat ku berikan untukmu
dan kubersyukur bisa mempunyai ibu sepertimu
walau dengan apapun kekuranganmu
sepatah kata yang kau ucap
dengan pucat bibirmu yang telah mengelupas
kau lupakan dirimu demi aku
rebahkan senyum agar ku bahagia
walaupun hatimu menangis
sayup matamu
memandangku dengan begitu tersipu
kagum kau dapat besarkanku hingga seperti ini
meskipun kau belum pias atas diriku
kau peluk aku dengan hangat
dan berdoa agar ku bisa lebih baik gari sekarang
aku tak tau cara berterima kasih padamu
membalas jasamu, mewujudkan keinginanmu
dan mebuatmu bahagia
kasih sayangmu tak dapat diganti oleh apapun
meski dengan emas bahkan permata
hanya sebuah puisi indah yang dapat ku berikan untukmu
dan kubersyukur bisa mempunyai ibu sepertimu
walau dengan apapun kekuranganmu